siap beraksi
dari Cito, rombongan menuju ke Grahadi

Suara berisik di ruang dies sekretariat Wanala membuat beberapa orang terbangun, termasuk aku. Saat itu, jam menunjukkan pukul 04.20, aku pun segera bangun, menuju ke kos untuk mandi dan ganti pakaian.

Kembali ke kampus,…

Teman-teman panitia sudah siap-siap untuk turun ke bawah dan mengemasi barang-barang ke dalam pick up, kita dibagi menjadi dua tim, satu ke bunderan Waru, sedangkan yang satunya ke Taman Apsari langsung. Tim yang ke bunderan Waru terdiri dari satu unit mobil pick up (Sogrok, Tambul, Udin serta dua teman dari Jogja yaitu Ade dan Bang Gatot) ditambah tiga sepeda motor (Aku sendiri, Abid, Pacul, Rafi, Vandra dan Fian),. Untuk tim yang di taman Apsari ada Awang, Danti, Debby, Asyeb, RIvo, Azhar, Antok, Siti serta ditambah Topan, Ita, Tatang, Bagus dan masih banyak lagi lah pokoknya… yang berangkat dari rumah masing-masing.

Kita menunggu di CitO Waru, di lokasi sudah ada 10 orang dari Bike To Work serta 20 orang dari komunitas Senopasti (sepeda kuno patriot sejati), sedangkan dari anggota sudah ada Mas Zaki dan keluarga, mas Sugi, mas Kiki, mas Gogor dan keluarga, serta mas paulus, kebetulan agak ramai d sini karena ada senam pagi yang rata-rata di ikuti kaum hawa. Kita menunggu sekitar 1 jam, ternyata Cak Mbur sudah melewati Waru, sekarang berada di dekat Royal Plaza, akhirnya beliau dikontak agar kembali ke bunderan Waru. Mas Dwi tiba bersamaan dengan kembalinya Cak Mbur, kami semua sangat bahagia sekaligus bangga melihat keberhasilan ini, sebuh prestasi anggota Wanala yang membanggakan, bagaimana tidak?! ,di usia yang tergolong tidak muda ini, mereka mampu menunjukkan konsistensinya untuk menggenjot sepeda kayuhnya dari Jakarta hingga Surabaya, Mas Dwi sendiri berumur 47 tahun, sedangkan cak MBur 53 tahun.

Dengan pengawalan seorang polisi yang menggunakan sepeda motor, kami start dari Cito jam 07.00, kurang lebih 90 orang yang mengiringi perjalanan bunderan Waru-Taman Apsari, mereka berasal dari bebagai komunitas sepeda di Surabya, seperti Bike To Work, Dalas, Gaselas, Senopati, Golstrap. Perjalanan ini sangat ramai dan memang sempat memacetkan suasana lalau lintas di Jalan Ahmad Yani saat itu, yah bagaimana lagi, memang peserta sangat ramai dan iring-iringan ini cukup panjang.

Perjalanan sempat kacau saat tiba di Kebun Binatang Surabaya, rombongan paling depan masuk ke Jl. Darmo, padahal si polisi yang mengiringi sudah mengarahkan ke Jl. Diponegoro, karena memang di Darmo ada Car Fee Day, tapi hal ini hanya berlangsung sebentar, karena 2 menit kemudian suasana disini menjadi tertib kembali.

Wah, saat-saat yang membahagiakan akan segera tiba, rombongan terlihat ketika kami semua panitia dan kelompok sepeda Sedjoli sudah menunggu di Taman Apsari dengan pita penyambutan. Kebahagaiaan terpancar dari wajah para Old Biker tersebut saat menyentuh pita sambutan, karangan bunga pun disematkan oleh dosen Pembina serta ketua Umum Wanala. Setelah berfoto bersama, kami mengambil snack dan minum yang telah disediakan, terik matahari sudah agak menyengat saat senam sehat akan dimulai, instruktur senam yang didatangkan dari Unesa pun berusaha menyemangati para peserta/undangan yang datang untuk senam setelah capek bersepeda (malah lebih capek dunk….), tidak ketinggalan juga adalah para panitia untuk ikut senam ini.

Door prize dibacakan setelah senam, cukup meriah karena mereka sangat antusias dengan hadiah yang disediakan. Setelah undian selesai, kami pun sarapan nasi kuning yang sudah disiapkan panitia di dalam kardus. Akhirnya lapar pun sirna…hehe..

Makan selesai, kami akhirnya menceburkan Vandra, Siti, Tambul serta Bagus ke dalam kolam pancuran yang berada di bawah patung Gubernur Suryo, ramai sekali karena akhirnya mereka basah kuyub, tapi untungnya masih banyak kaos tersisa yang bisa digunakan sebagai pakaian ganti.

Waktu pun menunjukkan pukul 10.00, maka kami pun packing barang-barang bawaan untuk segera kembali ke kampus, untuk evaluasi serta istirahat siang. Acara yang cukup menarik, semoga bisa lebih meriah lagi ke depannya.