15 Maret 2010

Setelah tau ada acara wayang di balai pemuda, aku pun habis ngenet langsung mandi, pengen banget liat pertunjukkan Wayang, dulu udah pernah liat secara tidak sengaja di event Malang Tempo Doeloe, cukup menarik jika mengikuti alur ceritanya, walaupun banyak bahasa yang belum dimengerti, selebihnya hanya liat pertunjukkan wayang kontemporer di Cak Durasim, bagus karena lucu dan aku mengerti bahasa yang digunakan.

Lakon wayang kali ini adalah “Kanibal”, judul ini diambil agar lebih familiar dengan pemuda, karena biasanya judul, identik dengan istilah Jawa kuno.

Acara ini dibuka dengan MC yang berasal dari pengisi acara ludruk di TVRI, Galajapo , mungkin, aku juga kurang tau…piss, selain itu ada iringan dari Mardi Laras, yang merupakan kelompok karawitan baru yang berasal dari Sukolilo, terlihat masih belajar dan belum mempunyai jam terbang tinggi, karena masih melihat contekan untuk pengrawitnya, dan terlihat ragu-ragu, demam panggung mungkin. Grup ini terdiri dari 6 sinden wanita, 1 sinden pria, dan penabuh alat gamelan sebanyak 8 orang.

Usai penampilan mereka, digantikan dengan penampilan utuma dari Purwacarita yang didominasi oleh laki-laki, sebelum pertunjukkan wayang oleh dalang Ki Sunarto, mereka membawaakan lagu-lagu campur sari sebanyak 3 lagu yang cukup apik, sehingga rasa kantukku berangsur hilang.

Saat wayang akan dimulai, rasa kantukku datang lagi, sekitar pukul 22.30 aku memutuskan untuk kembali pulang, aku juga melewatkan penampilan Jo Klithik dan Jo Kluthuk dari Solo yang rencananya akan melawak di sele-sela pertunjukkan wayang ini.

Laen kali mungkin aku akan melihat wayang lagi, sebagai obat rasa penasaran ….hehe…