preparation
megah
three point

 

 

Sebagai salah satu rangkaian dari pelaksanaan Dikjut Panjat Tebing 2010, latihan manjat di wall climbing yang berada di kampus-kampus Surabaya, menjadi pilihan yang menarik untuk memacu gairah memanjat bagi peserta Dikjut. Hal ini sangat penting, karena selain menjalin komunikasi dengan organisasi lain, latihan memanjat di luar juga memberikan pengaruh pada jam terbang serta kemampuan memanjat itu sendiri. Mental seorang pemanjat sangat diperlukan, bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan dalam pencapaian kepuasan maksimal dalam pemanjatan. Mental sangat penting, karena ada perumpamaan, jika kita mempunyai kepercayaan diri yang tinggi saat memanjat, maka seolah-olah ada “sayap” yang membantu kita saat kita merayap di tebing.

 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 12 April 2010, kebetulan aku juga menyusul ke lokasi saat itu, dan sudah ada Yasak, Lestari, Rafi, Yantok, Saras, Rivo, serta 4 orang anggota Mapaus yang menemani. Dari total ketinggian 19 meter, kita memasang anchor hingga ketinggian 15 meter, karena ini adalah pertama kali nya kita menggunakan wall Mapaus ini, jadi kita tidak perlu tergesa-gesa jika ingin mencapai ke puncak wall ini, karena memang jalur disini agak susah, selain membutuhkan power yang besar, teknik dan strategi juga mempengaruhi, karena beberapa jalur terdapat overhang, yang tentunya akan menguras banyak tenaga.

 

Rencanya, kegiatan seperti ini juga akan dilakukan di wall-wall lain, seperti milik Siklus ITS, Mahapala Stiesia, atau Mapalsa IAIN.

Semoga Wanala mampu menghasilkan cicak-cicak baru yang terus berprestasi di divisi Panjat tebing.