Rabu, 31 Maret 2010

 

Baru saja aku ikut sebuah seminar yang membahas mengenai Entrepreneurship, lokasinya di ruang Garuda Mukti Lantai 5 Kantor Manajemen dan Administrasi Universitas Airlangga di Kampus C-Mulyorejo. Seminar yang diadakan oleh pihak Unair bekerjasama dengan Bank Mandiri ini dihadiri cukup banyak peserta yang datang dari berbagai profesi, mulai dosen, mahasiswa, pelajar SMA, pimpinan Universitas maupun alumni, kata MC sih sekitar 300an orang. Seminar ini di mulai pada pukul 09.00, dan dibuka dengan Talkshow yang menghadirkan 2 orang wirausahawan muda, yaitu Ryan dari Mushroom Factory dan Bobby dari Kebab King’s, keduanya adalah pengusaha asal Surabaya.

 

Sebagai pembicara, mereka berdua banyak bercerita pengalaman mereka pada awal perintisan usaha maupun cerita-cerita menarik yang mengiringi perjalanan kesuksesan mereka berdua. Untuk Ryan, yang bernama lengkap Tririan ini, mempunyai usaha di bidang boga yang menaraik, dimana dia mengolah jamur untuk dijadikan makanan cepat saji yang enak, dengan dilatar belakangi harga jamur yang murah dan cepat busuk, maka ide untuk menjual jamur segar ini pun menjadi pilihan di usaha yang dijalankan, padahal dengan latar belakang sekolah di bidang telekomunikasi, dan juga sempat kerja beberapa tahun di bidang yang sama, yaitu telekomuikasi, yah pada akhirnya pada September 2006, dia banting setir untuk berwirausaha membuka usaha penjualan jamu. Sekarang sudah menjadi besar, karena sudah banyk outlet yang dimiliki, setelah sukses dengan usaha yang dia rintis, sekarang Mushroom Factory sudah di jadikan sebuah perseroan (PT), yang nantinya berharap mempunyai restoran serta bisa go international. Ryan juga menjadi juara wirausaha muda Mandiri dari Surabaya. Untuk Bobby sendiri, memang sejak dari SMA sudah mempunyai ketertarikan di dunia dagang, mulai berdagang HP, jualan ikan Louhan pun pernah dilakukannya, jadi pada saat kuliah, dia juga memutuskan untuk memilih meninggalkan bangku kuliah untuk meneruskan usahanya yang sudah mulai berkembang, karena cepat bosan, usaha yang dia jalankan juga berubah-ubah, hal ini membuatnya haus akan usaha yang benar-benar cocok dan tidak berganti-ganti terus, akhirnya kebab yang menjadi pilihan, nama kebab king’s pun dipakai, walaupun di Suarabaya sudah berkembang kebab Babarafi yang juga mempunyai pasar yang sangat bagus, tapi dengan keyakinan, jualan kebab pun tetap dijalankan, pada awalnya buka di Sepanjang dengan menggunakan gerobak.

 

Yang dapat diambil dari apa yang diutarakan para pembicara adalah , semangtnya, mereka sangat menghindari sifat malas, karena sifat yang satu ini dapat menghambat mereka dalam menjalankan usaha. Selain itu, mereka juga mempunyai keberanian untuk bermimpi, sejak awal mimpi yang mereka ciptakan dengan sebuah angan-angan dan harapan juga diserta dengan pemikiran yang logis serta hitungan untung rugi saat nantinya benar-benar membuka usaha, jaid benar-benar bermimpi yang positif. Dengan prinsip take action, then miracle will happen, mereka sampai sekarang masih eksis dan terus berusaha untuk mengembangkan usahanya. Jadi, sikap memilih adalah suatu kebebasan yang harus di jadikan pijakan untuk manusia bertindak, selain itu pengambilan keputusan yang telah di ambil, harus mampu dipertanggungjawabkan dengan cara yang benar disertai usaha yang tekun.

 

Sesi kedua dari acara ini adalah seminar yang menghadirkan bapak Bambang Setiawan yang merupakan salah satu Direktur Bank Mandiri serta bapak Rhenald Khasali, yang merupakan guru besar Universitas Indonesia, dan juga terkenal sebagai praktisi dalam bidang bisnis dan manajemen. Sebelum acara dimulai, diisi dengan beberapa joke-joke segar oleh pembawa acara serta penampilan dari seorang cewek bersuara indah, entah siapa namanya, dengan diiringi keyboard,………….

Juga ada Bu Monique, yang juga hadir sebagai moderator seminar. Beliau memang dosen muda yang masih enerjik, pintar, di usianya yang masih muda, sudah punya gelar Doktor, dulu banget, pas masih kuliah Aspek Hukum Dalam Bisnis, beliau lah yang mengajar.

 

Dari pemaparan yang disampaikan pak Bambang dan pak Rhenald, banyak yang bisa diambil, baik dari segi teori maupun praktek secara langsung. Menurut mereka, teori yang berkembang selama ini memang benar, Life is Choice, jadi kita berhak memilih dan mengambil keputusan dalam perjalanan hidup kita, terutama dalam pekerjaan. Pilihan yang kita ambil adalah yang terbaik menurut kemampuan kita, karena banyak sifat keterpaksaan dalam kerja yang harus diindari untuk keselarasan dalam pekerjaan. Kita juga dituntut untuk selalu action oriented, dimana kita harus mengenal dengan apa yang dinamakan muscle memory, karena selama ini banyak teori yang kita dapat hanya tersimpan dalam otak, padahal memori otak juga terbatas, teori terbaru adalah adanya pentingnya agar memori kita simpan dalam otot, dimana kesimpulannya kita harus benar-benar mempraktekkan di kehidupan nyata seluruh dari teori dan pengalaman yang kita dapat.

 

Investasi ulang (reinvestasi) pada setiap aktivitas kita dalam pekerjaan juga sangat peting, hal ini bertujuan untuk pengembangan karier di masa depan, karena pekerjaan yang mungkin dijalani sekarang, ada kemungkinan banyak perubahan mendadak yang dapat membuat kita jatuh. Makanya, di perusahaan kita mengenal juga laba di tahan pada saat pembagian dividen di akhir tahun tutup buku, hal ini juga bertujuan untuk investasi perusahaan pada umumnya.

 

Dream big,

Start small,

Action now !!!!

 

Itulah kata-kata tepat untuk seseorang yang ingin muai membangun/merintis usahanya,….

 

Pada pemaparan ini, saya juga sangat terkesan dengan beberapa video yang ditampilkan, baik usaha dua orang yang mempunyai ketidaksempurnaan secara fisik, yang dengan latihan berat dan dijalani dengan sungguh-sungguh akhirnya bisa mempertotonkan pertunjukkan tari balet yang sangat indah, hal ini membuat beberapa peserta terharu dengan perjuangan mereka, hal ini mencerminkan juga kehebatan orang yang memiliki ide dan menjalankannya, sehingga mampu menjual tari balet dengan keunikannya, padahal tari balet sebelumnya selalau identik dengan wanita cantik, kaki indah, kulit putih, dll.

Juga ada seorang Susan Boyle (Amerika Serikat), yang mampu memberikan bukti atas bakat yang mendalam untuk menyanyi dengan suara yang memukau, padahal sebelum tampil, dia terlihat sangat tidak meyakinkan, banyak penonton maupun juri dalam acara music idol tersebut sangat sinis melihat si Susan.

 

Dan pada akhirnya, kita bisa melihat bahwa seseorang yang ingin merintis usahanya, harus menjadi trend center, karena pada tahun ke tahun, tren perubahan yang ada di pasar berubah-ubah, kita harus mampu memunculkan keunikan produk kita, dengan tetap mengutamakan kondisi konsumen dan pelayanan yang diberikan.