Jalur Lead
Cicak nya beraksi

 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 April 2010, dari jam 09.00-17.00. Lomba yang bertajuk memanjat dinding ini diadakan di Universitas Bhayangkara (Ubhara) atas kerjasama FPTI Surabaya dengan Mapara, yang merupakan UKM Pecinta Alam di Ubhara.

 

 

Yasak mengikuti lomba ini sebagai perwakilan dari Wanala. Dengan persiapan yang amat sangat kurang, karena tidak ada waktu untuk persiapan latihan memanjat maupun pembinaan jasmani, mestinya harus ada waktu tersendiri untuk berlatih serta mempelajari materi dengan menu utama dasar-dasar dan teknik memanjat di perlombaan memanjat dinding.

 

Selain yasak, juga ada Lestari disini, dia bertugas sebagai juri lomba. Hal ini menjadikan kebanggan tersendiri bagi organisasi, karena mempunyai anggota yang mempunyai kemampuan dalam penjurian suatu lomba.

 

Selain aku yang mampir ke lokasi untuk sekedar melihat, sayang waktu aku datang, Yasak baru saja memanjat, jadi tidak bisa melihat bagaimana dia merayap di papan panjat. Juga ada Vandra, selaku Ketua Bidang III Wanala yang memang sudah menjadi tugasnya untuk semaksimal mungkin untuk melakukan pendampingan pada anggota, terutama dalam pencapaian prestasi organisasi, yang berhubungan dengan kegiatan divisi, baik Hutan gunung, panjat tebing, Penelusuran Goa, Konservasi maupun Arung jeram.

 

Dari pengumuman peringkat di lomba ini, Yasak menjadi orang yang spesial tentunya, dengan pengalaman lomba yang tidak terlalu banyak serta persiapan yang bisa dikatakan tidak ada, mendapatkan nilai 19+ merupakan prestasi tersendiri, karena total nilai 25 point, banyak dicapai oleh para peserta yang kebanyakan memang mempunyai latar belakang sebagai atlit yang sudah pernah terdaftar. Yasak hanya kurang 1 runner untuk menyentuh point paling akhir, untuk mendapatkan nilai sempurna.

 

Wanala memang jarang mengikutkan anggotanya saat ada perlombaan panjat dinding, dikarenakan banyak faktor, salah satunya adalah pembinaan yang kurang. Dengan fokusnya terhadap kegiatan kepetualanagn di alam bebas, arah kegiatan organisasi pun diarahkan untuk pencapaian prestasi di bidang non perlombaan, hal ini bisa dilihat dari program kerja yang di keluarkan setiap tahunnya oleh Badan Pengurus Harian Wanala, tidak terlihat sekalipun mengenai pembinaan atlit panjat secara dini untuk bisa berprestasi di perlombaan-perlombaan yang kerap diadakan di tingkat lokal maupun nasional. Tapi, pembentukan seorang atlit memang membutuhkan sumber daya manusia yang memang harus disiapakan secara matang, dari segi perencanaan maupun nantinya dalam pengawasan, beberapa organisasi di luar, cenderung mengadakan pembinaan ke para pelajar SMP hingga SMA, bahkan sejak masih bersekolah di tingkat dasar (usia SD), mereka direkrut untuk dilatih, sehingga pada saat ada perlombaan, bisa dikirim sebagai delegasi organisasi yang bersangkutan, hal ini kita bisa belajar dari PATAGA Untag, Mupalas Unmuh, maupun Kawaru UWK.

 

Tapi, kita harus berbangga dengan model pengembangan organisasi kita sendiri, yang memang mencetak banyak prestasi dari beberapa bidang yang memang bukan di bidang perlombaan, divisi-divisi di Wanala setiap tahunnya aktif dalam pengembangan kegiatan di bidang eksplorasi alam, konservasi, operasi SAR, maupun pengabdian kepada masyarakat, tentunya hal ini telah banyak memberikan tambahan soft skill bagi para anggotanya.