Puncak sejati, tapi bendera loyo
Persiapan menuruni tebing
After the rain

 

 

Berawal dari keputusan yang benar-benar mendadak, akhirnya aku terjerumus dalam “kenikmatan” mendaki gunung. Keputusan itu telah membuat diriku mempunyai kebanggan tersendiri, karena banyak hal baru yang aku alami selama perjalanan.

 

Sajian jalur yang panjang dan menantang, menemani perjalanan kami yang sesekali disertai dengan canda tawa kecil bersama 3 orang temanku ( Manu, Candra dan Awang).

 

Jalur yang kami lalui ini dikenal dengan nama Kalibaru, merupakan salah satu jalur menantang diantara jalur pendakian gunung-gunung di Jawa Timur, karena masih belum banyak yang mendaki dari sisi ini, selain jalur yang susah, sepanjang perjalanan kita juga tidak akan menemui sumber air. Jadi kita harus membawa air dari desa terakhir.

 

Kabut tebal dan jurang dalam adalah pengisi pandangan mata kita setiap harinya, selain itu tajamnya duri tanaman juga sering kita temui.

 

Puncak sejati Raung.

 

Untuk mencapai puncak tersebut diperlukan kerjasama tim yang baik serta peralatan moving together . Pencapaian yang tidak mudah tentunya, karena kami harus melihat kanan dan kiri jalur, yang menyajikan jurang yang sangat dalam, kita pun tidak dapat melihat bagian bawahnya.

 

Hujan serta petir yang menggelegar juga sempat membuat nyali kami ciut,….

 

Sekembalinya dari puncak adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Di tengah-tengah hamparan gelap malam dan sebuah cahaya yang berasal dari satu senter, kami berjalan diantara hawa dingin yang menusuk tulang putih kami, secara perlahan, dengan kesabaran, kami mampu melaluinya, menjadikan tim pertama yang berjalan di kawasan puncak Raung sejati di malam hari. Keterbatasan kami pada saat itu membuat aku sendiri tak kan pernah melupakannya.

 

 

 

Dan kemudian alam pun memberikan sebuah ukiran kenangan yang tak terlupakan

Jalan setapak berkabut

Rintih rimbun pepohonan hutan

Menyelaraskan keinginan yang terpendam

 

Jikalau ingin berlari, kamu jua pun akan kesulitan

Kamu pun tak berdaya menghadapi kematian

Jika tiada niat yang tulus

 

Hanya dengan tangan yang berselimutkan kebaikan

Kebaikan berbalut kejujuran terhadap keagungan alam

Yang akan menuntun langkah,…..

Langkah demi langkah yang membawa pada harapan baru

 

Cahaya yang temaram saat malam menjemput

Saat sinar rembulan yang menerangi langkah kami

Langkah kami di tengah dingin, berbalut suasana yang mencekam

 

Berharap sebuah kemurnian jiwa kan menyelamatkan