Fullteam
Bersantai di teras hotel
Sunrise

View from Pananjakan
Menyejukkan mata, tentunya

Bromo, menjadi tempat yang akhirnya terpilih untuk weekend di akhir bulan Mei ini.

Sebenarnya sih, aku gak ada rencana untuk ke luar kota, karena, sepertinya, lebih baik di Surabaya, kerjakan skripsi atau aktivitas lainnya ,…:)

Tapi, tawaran dari Mas Paulus dan Mas Gogor, membuat “iman” ku tergoda, akhirnya aku setuju untuk ikut ke Bromo…wkwkwk…itu pun setelah membatalkan rencana ke Gunung Penanggungan dan Gunung Arjuno yang semula direncanakan 4 hari sebelum nya.

28 Mei 2010

Dengan berbekal dua tas daypack sama Topan, aku juga membawa satu mesh bag besar untuk diisi tenda dome, matras, Sleeping Bag serta piring, karena sesuai kesepakatan, untuk acara camping di Bromo ini, kompor di sediakan Mas Paulus.

Aku berangkat sama Topan ke Rumas Mas Gogor, jam 11.30, biar gak telat, sampai mbelain gak ikut sholat Jumat…huft….

Sesampainya di rumah Mas Gogor, yang berada di daerah Ketintang Baru, kami langsung memasukkan barang ke dalam mobil. Saat kami memasukkan barang, terlihat mas Gogor dan kedua putranya sudah pulang dari sholat Jumat.

Setelah semua siap dan berpamitan, kami langsung meluncur ke rumas Mas Paulus di Gayungan untuk berangkat bersama.

Yah, tanpa koordinasi yang jelas, sesampainya di Gayungan, kami diberiahu bahwa Mas Paulus sudah berangkat, bersama istri, putranya yang bernama Diar, Mas Bowo serta 2 orang pengasuh Diar.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Bromo (aku, Topan, Mas Gogor dan kedua putranya, Aji dan Angga). Nyampek Bangil, kami belanja makanan ringan serta makan siang dulu, karena belum sarapan, jadinya makan siang ini menjadi nikmat, tongseng kambing yang tersaji aku “hajar” tanpa ampun..hehe….

Kami berempat tiba di pos perijinan TN Bromo Tengger Semeru pada jam 16.00, Mas Paulus dan Mas Bowo sudah menunggu, setelah memarkir mobil, kami menikmati mie kuah dan segelas teh hangat di warung Tante Tolly…hmmmm…nikmatnya,..:)

Dari kamar yang di sewa Mas Paulus untuk keluarganya, ukurannya sangat besar, sehingga rencana camping2an gak jadi deh,….rencana berubah, jadinya menginap di dalam kamar nih.

Sebelum tidur, kami sempatkan makan malam bersama. Tempat makan yang kami tuju, sangat ramai, karena sekarang adalah long weekend, jadi banyak pengunjung yang datang, selain itu terlihat juga banyak turis asing yang berwisata ke Bromo, membuat ramai suasana makan malam

…….iringan musik country juga mengalun dengan sangat merdu, menambah suasana hangat serta nyaman selagi kami menikmati makan dan secangkir coklat panas…

Suasana semakin akrab dengan datangnya mas Pirjo dan Parjo (warga lokal) yang rencananya, besok akan menemani kami jalan ke Penanjakan ditambah sajian beberapa botol bir yang terlihat menggoda lidah,……

long life….

kami pun bersulang untuk terakhir kalinya sebelum kembali ke kamar untuk tidur…….

karena jumlah kasur yang terbatas, aku, Topan dan Mas Bowo memanfaatkan matras dan sleeping bag untuk tidur malam ini.

29 Mei 2010

Jam 04.00 aku terbangun, dingin yang masuk perlahan ke dalam kamar, membuat hidung ku agak tersumbat, sepertinya pilek datang nih.

15 menit kemudian, aku memutuskan untuk keluar kamar, berjalan menuju camping ground yang letaknya sekitar 30 meter dari tempat kami menginap di Lava view.

ada beberapa tenda dan sepeda motor yang diparkir di camping ground ini, kebetulan mereka juga ingin menikmati sunrise.

aku berjalan terus, menuju bukit yang mengahadap langsung ke arah matahari terbit,

……….garis warna kuning, oranye sudah terlihat, bersinar di balik awan tebal yang bergumul muram, karena terlihat beberapa dari awan itu berwarna hitam.

Ke Pananjakan

Kami menuju lokasi awal untuk berjalan ke penajakan menggunakan mobil pick up, yang di sewa dari mas Pirjo. Sejuknya hawa disini, membuat kesempurnaan indahnya bentukan alami kawasan Bromo ini semakin lengkap.

Kami juga melihat banyaknya hamparan sawah yang ditanami berbaga macam sayuran, seperti kubis, kentang, jagung, dll.

Jam menunjukkan 07.00, saat kami mulai berjalan naik ke penanjakan, tidak seperti para pengunjung pada umumnya, yang rata-rata jam 04.00 dengan menggunakan jeep sewaan, naik menuju penanjakan, melewati lautan pasir, untuk menikmati sunrise yang terkenal sangat indah di tempat tersebut, tapi kami memilih jalan di pagi hari dengan tujuan yang beda, selain sehat, perjalanan easy hiking ini membuat aku tahu jalur naik ke penanjakan jika mau jalan kaki, serta beberapa view point yang bisa dijadikan tempat menginap, sambil menunggu sunrise di pagi hari.

Sesampainya di atas, jalanan beraspal terlihat,

200 meter sebelum sampai di lokasi,…

kami tergoda untuk naik ojek. Yah, bisa ditebak gimana akhirnya, kami semua memanfaatkan ojek yang lalu lalang menawarkan tumpangan.

tiba di penanjakan sekitar pukul 11.15, setelah foto2 dan makan siang, kami turun ke lautan pasir dengan menggunakan jeep.

jalanan menuju lautan pasir dari penanjakan, menyuguhkan sajian pemandangan yang sangat indah, hamparan punggungan yang indah serta jurang-jurang dalam, menambah keesksotisan tempat ini, dari atas, terlihat kawah Bromo yang mengepulkasn asap, puncak gunung Bathok yang luas serta Gunumg Semeru yang terliat gagah.

Setibanya di lautan pasir, Mas Gogor dan kedua putranya, memilih naik kuda untuk kembali ke penginapan, sisanya naik jeep, aku dan Topan memilih bertahan duduk di atas mobil jeep, karena bisa leluasa memanjakan mata untuk menikmati hamparan lautan pasir.

*Pulang*

Setelah check out, kami turun ke Desa Jetak, ke rumah Mas Pirjo untuk silahturrahmi.

Makan siang di rumah mas Pirjo menutup liburan kami dengan sempurna, sajian masakan yang benar-benar enak, sayuran segar serta sampel pedas yang enak, membuat kami kekenyangan makan siang, bagaimana tidak, masing-masing orang selalu nambah sepiring atau bahkan 2 piring lagi untuk memuaskan makan nya,….tempat dingin, lapar, makanan hangat plus enak……wah, ajiibbb 

Setelah makan, kami berpamitan pulang,……

Kami tiba di Surabaya pukul 18.20

weekend ke Bromo bersama Wanala’ers (lagi)