Madakaripura Waterfall
Saya paling suka bagian yg ini

Setapak menuju lokasi air terjun
Larung sajen
Ruuaaammmeee
Tuhan memberkati

Makan sahur

Berdoa

Nyari yg anget anget

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya, kelar juga kuliah…setelah kurang lebih 4 bulan ‘bergumul mesra’ dengan skripsi…

 

Bertepatan dengan selesainya sidang skripsi pada tanggal 24 Agustus 2010, pada keesokan harinya, ada Upacara Kasodo di Bromo. Wah, momen yg pas nih buat sekedar jalan-jalan (refreshing)…

 

25 Agustus 2010

Berangkat dari Surabaya habis buka puasa, tepatnya jam 7 malem, Aku, Farida, Ita, Awang menuju ke Deltasari untuk jemput Alfon yang sudah menunggu di sana. Setelah bertemu Alfon, kami berlima langsung berkendara menuju pemberhentian penting selanjutnya, yaitu rumah Ita di Krapyak-Pasuruan, kenapa penting???,.. nah disini kita akan makan malam…hehe…lumayan, tadi buka puasa belum makan nasi (emang disengaja sih…), biar makannya banyak waktu di rumah Ita…

 

Sekitar jam 10 malem, kami lanjut perjalanan ke Bromo. Perjalanan di malam hari, ditemani banyak kendaraan besar selama perjalanan. Kami harus berhati-hati, karena sepanjang jalan Pasuruan- Probolinggo adalah kawasan yang berbahaya, sangat sering terjadi kecelakaan di sini yang membawa kematian pada korbannya.

 

Untuk ke Bromo, kami memilih lewat Tongas, karena lebih dekat dibandingkan lewat Probolinggo kota, jika dari Surabaya, di Tongas kami sempat beristirahat sebentar…kecapekan…

Secara beriringan kami berlima berkendara, di sini kami mulai merasakan dinginnya hawa pegunungan, gelap pula jalan yang kami lalui, kami juga mesti hati-hati…

Sekitar 45 menit kemudian, kami mengisi bensin di SPBU terakhir ke arah Bromo, sekalian istirahat (bikin kopi, tiduran) sambil menunggu Fian, kira-kira 45 menit…’yang menyusul kami’….

 

26 Agustus 2010

Tiba di Bromo (pintu penjagaan) pada jam 1 malem, kami langsung meluncur ke bawah, menuju pusat pelaksanaan upacara di pura, yang berada dekat dengan gunung Bromo dan gunung Bathok…saat naik motor di lautan pasir, aku sempat jatuh juga, untungnya gak ada luka, jadi bisa lanjut deh perjalanan nya…(malah diketawain temen2 yang lain)

 

Setelah kami memarkir motor, kami masuk ke pura, dan keadaan sudah sangat ramai, baik oleh warga Tengger, wartawan yang sedang meliput, dan beberapa turis lokal dan asing. Saat itu berlangsung upacara kasodo serta pelantikan dukun baru.

Di beberapa titik, kita bisa melihat banyak sajen yang sedang dikumpulkan, ada nasi, jajan pasar, bunga, bahkan ada kerbau..ehm…sesajenan ini juga dibentuk dengan berbagai macam model…

Tradisi ini berjalan sejak lama, upacara ini sendiri memang intinya pada pelarungan sesajen ke kawah gunung Bromo, layaknya pada cerita awal mengenai adanya Kasodo, dimana pada saat itu, putra bungsu dari Joko Seger dan Roro Anteng, hilang secara tiba-tiba pada saat gunung Bromo meletus, ternyata hilangnya putra bungsunya tersebut, merupakan janji dari kedua orang tua mereka yang pernah bersemedi pada para dewa agar dikaruniai anak, setelah mempunyai anak, mereka harus menyerahkan anak bungsu sebagai tumbalnya, bersamaan dengan hilangnya anak tersebut, kawasan Tengger akhirnya menjadi makmur dan terhindar dari serangan wabah penyakit yang menjangkiti sebagian besar warga desa…pada saat itu…

 

Karena sedang puasa, kami juga memasak makanan di sana untuk menemani sahur…karena dari rumah Ita kami sudah membawa bontotan berupa nasi dan lauk pauk, di sana kami tinggal masak mie dan kopi sebagai penghangat tubuh…

 

Kala upacara pada malam berlangsung, kita bisa melihat indahnya bulan purnama juga…yang posisinya tepat sejajar dengan gunung bathok…

 

Jam stg 5 pagi, kami naik ke kawah Bromo….sambil menunggu iringan untuk berjalan ke atas melarung sesajen, kami berfoto-foto ria…sunrise is coming…

 

Sekitar jam 07.00, pelarungan sesajen pun dilaksanakan…bagi para pembawa sesajen, tentunya diperlukan waktu 30 menit (jalan nya naik…jadi luamyan bikin ngos-ngosan)…

 

Semua sesajen dibuang di kawah…menariknya, ada beberapa orang di bawah yang sudah bersiaga untuk mengambil sesajen yang di larung, hal ini terjadi karena menurut mitos akan mendapatkan rezeki, jadi berebutanlah mereka di lereng kawah, padahal bahaya di depan mata, bisa saja terjadi….jika mereka tidak hati-hati dan terjadi longsoran…selain itu, kepulan asap belerang yang menyengat, juga menjadi tantangan tersendiri…

 

Setelah dari Bromo, kami melanjutkan perjalanan ke air terjun Madakaripura, dari bromo kami naik motor selama kurang lebih 1 jam menuju lokasi, yang searah dengan jalur pulang. Wah, kebetulan banget nih, karena sebelumnya aku juga belum pernah melihat tempat ini, yang katanya memilki air terjun yang unik dan indah…

Untuk tiket masuk, kita hanya membayar Rp3.000/orang dan parkir motor Rp 2.500/motor, oh ya jangan lupa, di tempat ini anda harus berhati-hati, karena beberapa orang, tanpa disuruh, akan membersihkan motor kita, jadi waktu memarkir sepeda, kita bisa ngomong langsung jika tidak ingin motor kita dicuci, terserah anda, toh harganya juga Rp 5.000 untuk sekali cuci…fasilitas seperti MCK dan warung juga sudah teredia…disini juga ada beberapa orang yang bisa kita ajak sebagai penunjuk jalan (guide), selain itu, juga ada persewaan payung, agar kita tidak basah pada saat melewati barisan air terjun kecil, sebelum nanti sampai ke air terjun utama…

 

Sesampainya di lokasi, kami sangat senang, karena ternyata tempat ini memang sangat indah, sebelum masuk ke titik air terjun utama, kami harus melewati siraman air terjun kecil yang yang dapat membuat kita basah kuyup (kehujanan)…jadi anda disarankan untuk menyewa payung, atau jika ingin berbasah-basahan, gunakan celana pendek serta siapakan pakaian ganti…

 

Menurutku, selama ini ke lokasi wisata air terjun, di tempat ini adalah yang paling indah…anda akan dibuat betah, karena keindahan nya sangat memanjakan mata…

 

Tidak berlama-lama (45 menit), kami berjalan untuk pulang…oh ya, sebelumnya, kami juga sempat menikmati teh hangat dan pisang goreng, yang dijual dekat dengan lokasi air terjun…

 

Perjalanan ke surabaya, kami lewati dengan sangat berat….walaupun udah gak puasa (mokel dg alasan keselamatan di perjalanan nantinya…hehe…)…kami juga masih saja sangat mengantuk, maklum semalaman belum tidur, ditambah lumayan banyak jalan kaki tadi waktu di Bromo dan Madakaripura…yah, di tengah perjalanan, jika kami mengantuk, kami tak segan untuk berhenti sejenak untuk istirahat…

Kami tiba di Surabaya jam 3 sore…meluncur ke kos/rumah masing-masing…untuk istirahat…