si merah beraksi
narsis gak abis abis
ready to go, after lunch

nyobain riverboarding

 

Setelah istirahat sehari dari safari keluarga di Ponorogo (masa lebaran). Tiba-tiba ada tawaran yang menarik dari teman-teman.

Tawaran menarik itu adalah rafting.

Yah, dengan semangat masa liburan lebaran, akhirnya aku pun setuju untuk ikut menikmati liburan ke Probolinggo, tepatnya di sungai Pekalen (Desa Ranugedang)

15 September 2010

Perjalanan ke Probolinggo memakan waktu 4 jam. Aku menunggu teman-teman yang berangkat dari Surabaya di Porong, karena kebetulan aku berada di rumah.

Aku dan temen-teman (Rafi, Sogrok, Telo, Ita, Danang) tiba di lokasi jam 16.00, basecamp kami berada di Noars (salah satu opertor arung jeram di sungai Pekalen). Pada saat itu pula, kami melihat teman-teman yang lain (Pacul, Saras, Siti, Tyas, Danti, Topan, Debby) yang berangkat pada hari sebelumnya, terlihat selesai mandi, ternyata mereka habis pengarungan di pekalen atas.

Malam itu, setelah kami menikmati makan bersama, kami istirahat…

Malam dingin menemani tidur kami…

16 September 2010

Jam menunjukkan 05.15. Aku terbangun, dan segera bersantai di dekat tenda, berteman secangkir kopi susu yang hangat…

Setelah mempersiapkan peralatan, jam 09.30 kami berangkat ke titik start pekalen atas di blok angin-angin, perjalanan menempuh 20 menit dari basecamp. Saat itu total ada 3 perahu yang kita gunakan, serta ada 2 perahu lain (tamu dari Noars).

Sebelum pengarugan, kita memompa perahu serta melakukan pemanasan.

Pengarungan kali ini ditempuh sekitar 3 jam.

Sungguh tempat yang indah, karena selama pengarungan, kami menikmati jeram-jeram yang membuat adrenalin kita sedikit terpacu, kita juga disuguhi pemandangan yang indah berupa air terjun yang banyak, seakan berbaris menyambut setiap pengunjung di sungai ini, ada juga berupa goa-goa yang terlihat di dalamnya ribuan kelelawar yang sedang begelantungan…menanti malam.

Selama pengarungan, kami juga menyempatkan untuk mencoba berenang di jeram, tentunya kami mengambil titik yang tidak berbahaya (di rest area pekalen atas).

Istirahat, makan siang di finish pekalen atas, kami menikmati sebungkus nasi sayur lodeh

Dengan ikan telur dan tempe, nasi e buanyakkk lagii….(kenyang bgt)

Pengarungan dilanjutkan di pekalen tengah dan bawah…

Beberapa kali kami harus mengangkat perahu, karena terdapat jeram yang berbahaya untuk dilalui, serta ada lokasi sungai yang mengalami penyempitan…

Kenikmatan berarung jeram kali ini, juga dilengkapi dengan permainan loncat ke sungai dari atas tebing, yang tingginya sekitar 10 meter.

Total waktu yang ditempuh dari pengarungan ini sekitar 6 jam, sehingga kami tiba di titik finish (dam sungai) pada jam 17.30

Cukup melelahkan, tapi banyak hal menarik dan pengalaman baru yang aku dapatkan saat mengarungi sungai pekalen ini, dan yang paling berkesan adalah pada saat perahu kami terjepit di antara bebatuan, dan kami tidak mampu untuk melepaskannya…terlihat perahu diterjang arus deras sungai, dan kami khawatir jika perahu akan rusak (mahal kan gantinya…hehe), tapi untunglah, salah satu tim rescuer dari Noars kembali dan melihat kami kesulitan, akhirnya dengan bantuannya, kami mampu melanjutkan pengarungan.

Kembali ke basecamp, kami istirahat (selesai mandi dan ganti baju), setelah sebelumnya menikmati makan malam berupa bakso dan lontong kikil.

Kami istirahat pada jam 22.00

17 September 2010

Pagi itu kami bangun jam 07.00, tentunya ingin packing dan persiapan kembali ke Surabaya.

Tetapi, ada ajakan dari salah satu orang Noars, yang kebetulan alumni Wanala untuk Riverboarding ke Tiris…wah, akihrnya kami memutuskan untuk ikut, karena dari kami hanya 1 orang yang pernah merasakan Riverboarding, maka gak ada salahnya untuk dicoba.

Berangkat ke Tiris, menggunakan 3 mobil, kami membawa pelampung, helm dan tentunya Bodyboard, sayangnya tidak semua orang menggunakan pelindung kaki, karena keterbatasan alat (tapi dasar udah kepingin, lanjooottt!!!)

Setelah sampai, kami pun menuju sungai.

Wah, ternyata gampang dipelajari olahraga yang satu ini, walaupun pada awalnya juga kesusahan untuk menjaga keseimbangan, seringkali kami terbalik dan terseret arus sungai.

Karena debit air yang kecil, kami harus sedikit menahan sakit yang berasal dari benturan dengan batu sungai, dan yang paling menderita adalah kaki tentunya….memar dan luka gores menjadi menu utama dari olahraga ini..hehe..

Cukup seru dan menantang juga, karena pada saat kami melewati arus yang agak deras, pacuan adrenalin terasa juga, dan beberapa kali aku juga harus minum air sungai karena terbalik dan tergulung arus…

Tengah hari, hujan datang…menambah tingginya debit air…dan menambah besar arus beberapa titik jeram di sungai…menjadi lebih seru akhirnya…

Kami mengakhiri Riverboarding jam 13.30 (berarti sudah menghabiskan waktu sekitar 4 jam nih)…setelah itu, kami menikmati bakso sebagai santapan siang…

Sekembali nya ke basecamp, hari sudah mulai gelap…kami segera packing dan bersih-bersih diri…

Saatnya pulang…

Tiba di Surabaya jam 23.00, cuci alat sampai jam 02.30.

Tidur ahhhh…………….