balai kota sby

 

Tema : Building friendship around the world through arts and culture

 

Indonesia Channel, sebuah pertunjukan tari dan musik yang digagas oleh Bapak Hasan Wirajuda (mantan menlu RI) menjadikan sesuatu gagasan yang menarik dan sangat kreatif. Bagaimana tidak, sebanyak 59 mahasiswa asing yang mendapatkan kesempatan belajar seni dan budaya (penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia/BSBI) tahun 2010di Indonesia diberikan kesempatan untuk mementaskan kemampuannya di kota Surabaya, tepatnya Balai Kota/Taman Surya pada 22 Oktober 2010. Selain pertunjukan tari dan musik, ada 9 orang dari mahasiswa tersebut, yang memamerkan hasil karya lukis mereka di Balai Pemuda, yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 Oktober 2010.

 

Pertunjukkan itu sendiri, yang diadakan di Balai Kota Surabaya, pada tangal 22 Oktober 2010, yang sebagian besar penotonnya adalah mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi di Surabaya, cukup meriah karena didukung dengan besarnya panggung, sound dan lighting yang cukup cantik…

 

Acara dimulai jam 7 malam, tentunya banyak didominasi oleh tarian-tarian tradisional yang diajarkan di sanggar dimana tempat mereka belajar. Sanggar-sanggar tersebut adalah :

  1. Sanggar Saung Udjo : Bandung
  2. Sanggar Soeryo Soemirat : Solo
  3. Studio Tydif : Surabaya
  4. Sanggar Semarandana : Denpasar
  5. Pengosekan Community of Artist : Ubud
  6. PPPPTK : Yogyakarta
  7. Institut Seni Indonesia : Padangpanjang

 

Penampilan selama 2 jam tersebut, cukup menghibur dan menarik, karena dengan gerak yang luwes dari warga mancanegara tersebut, memberikan kesan tersendiri bagi yang melihatnya, selain tentunya sedikit rasa malu, karena sampai hari ini aku pun belum pernah belajar langsung tarian tradisional bangsa sendiri…hehe…

 

Ehm…acara seperti ini memang patut diacugi jempol, karena akan memberikan kesan yang positif bagi mahasiswa asing tersebut, mereka pastinya merasa sangat bangga karena diberi kesempatan yang luar biasa untuk berekspresi di negeri orang. Secara tidak langsung, kesan yang ada akan memberikan efek positif yang nantinya diterima Indonesia, karena saat mereka kembali ke negaranya masing-masing, pengalaman selama di Indonesia yang di ceritakan kepada keluarga, teman atau bahkan pemerintah setempat akan memberkan pencitraan yang positif bagi Indonesia di mata asing.

 

Dan, undangan yang diperuntukkan kepada mahasiswa di lingkungan kota Surabaya pun pastinya akan berdampak positif pada kemungkinan kerjasama-kerjasama lebih lanjut antara dunia perguruan tinggi yang ada di Surabaya dengan institusi pendidikan di luar negeri. Selain itu, akan didapat kesan mendalam bagi mahasiswa yang hadir, diharapkan dapat menggugah kesadaran yang selama ini terpendam untuk mencintai lebih dari yang sebelumnya, terhadap budaya Indonesia yang kaya, apalagi dapat memberikan pengaruh untuk dapat mempelajari secara langsung, sungguh manfaat yang sangat besar bagi pengembangan kepribadian generasi pemuda.