7508350

Suara Surabaya semalam mengadakan acar yang cukup menarik, yaitu adanya bedah buku dan pemutaran film oleh Agustinus Wibowo mengenai dua bukunya yang berjudl selimut debu dan garis batas. Acara diadakan di hall SS dan dimuai pada jam 19.00. yang hadir lumayan banyak, ebih 50 orang kayaknya (lupa ndak bawa absen..hehe…*emange panitia*). Aku dateng sama temen2 komunitas Insan Baca (Prita, Zafan dan shanti + suaminya).

sesi pertama acara tersebut menampilkan film yang dibuat mas agus seama di afghanistan, dimanam isinya berupa foto2 tentang wajah negara afghanistan yang menurut narasumber dilihat dari sisi romansa dan budayanya. Dan, memang setelah meihat foto2 tersebut, kebanyakan dari kami yang hadir juga dapat pengetahuan baru, bahwa tidak hanya denrtuman bom, tangisan anak kecil, huru hara yang biasanya identik dengan negara tersebut. Tetapi mas Agus mampu menampilkan wajah Afghanistan dari sisi lain, foto2 tersebut memperlihatkan bagaimana kebiasaaan masyaraat sehari-hari di sana, muai dari pakain burqa yang terkenal itu, cara menjamu tamu yang iuar biasa, debu yang selalu menjadi teman, serta kesetiaan mereka pada negara nya, walaupun konflik berkepanjangan pernah meanda nya.

Banyak hal positif yang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi kita jika melihat foto tersebut. Yang paling menarik adaah mengenai adanya perbedaan adat antara orang di kota dengan yang ada di pelosok timur aut egara tersebut (suku……….).