Jam menunjukkan 09.20, dan saya masih asyik di kos dengerin lagu. Ya itung-itung istirahat setelah bersihin kipas angin yang kira-kira sudah 1 tahunan belum pernah dicuci haha

Kemudian saya mandi, ya kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Persiapan terakhir memakai sepatu kesayangan berwarna coklat, dari kos saya meluncur ke Jl. Jawa tepat nya di Matchbox Too, tempat acara workshop menulis berlangsung. Acara ini merupakan roadshow  ke 12 kota (Surabaya salah satunya) untuk perlombaan menulis dengan topik “Ragam Cerita Hidup di Indonesia”, yang diselenggarakan oleh nulisbuku.com, plotpoint, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kebetulan ada teman komunitas Insan Baca (Prita) yang daftarin untuk ikut workshop tersebut. Sampai di café tersebut jam 10.00, dan acara baru dimulai 15 menit kemudian. Dibuka oleh MC, acara tersebut di awali sharingoleh Iwan Setyawan (pengarang 9 Summers 10 Autumns dan Ibuk), yang novelnya memang bagus dan banyak orang.

Bang Iwan kasih materi
Bang Iwan kasih materi

Pemaparan penulis kelahiran Batu ini cukup enak didengar, karena pembawaan mas Iwan yang santai, tidak kaku. Menurut mas Iwan sendiri, kita harus menambah bacaan sastra untuk menikmati sebuah kehausuan akan pengetahuan dan hiburan, karena selama ini mas Iwan dulunya hanya baca buku-buku Psikologi dan literaturl-literatur yang bersifat ilmiah. Mengapa? Bacaan sastra, menurt mas Iwan, dapat memberikan sentuhan hiburan ke pikiran (semacam serotonin bagi sebagian orang) serta merangsang imajinasi kita agar lebih kreatif.

Mas Iwan sendiri latar belakangnya bukanlah penulis sebelumnya, karena sebenarnya dia seorang ahli statistik lulusan IPB, yang pernah juga bekerja sebagai data analisis di AC Nielsen di Jakarta, serta New York. Dari pekerjaan di AS tersebut, setiap tahun dia menginginkan agar bisa pulang ke Indonesia (Batu). Jadi istilah resign dari tempat kerja bagi dirinya sudah menjadi hal yang biasa, hingga pada akhirnya suatu hari dia memutuskan untuk ijin ke Indonesia dan bos nya memberikan waktu selama 2 bulan untuk berkunjung di Indonesia. Di kesempatan tersebut, mas Iwan memanfaatkan waktunya untuk backpacking, salah satunya ke gunung Rinjani.

Setelah berkeliling dia pulang ke Batu, nah ketika di rumah, dia berpikir bahwa di tembok rumahnya tidak ada foto kenangan masa kecil yang bisa dipajang, sehingga dia berpikir harus membuat buku cerita agar bisa dibaca keponakan-keponakannya. Penulisan buku tersebut memakan waktu 4-5 bulan, dan setelah ada masukkan dari A. Fuadi (pengarang Negeri 5 Menara), dia bermaksud akan menerbitkan buku tentang cerita tersebut  dan dengan dukungan dari ibuknya, yang berpikiran luar biasa (SD tidak tamat) agar siapa tahu ada anak lain dapat terinspirasi dari cerita tersebut.

 

Ada pesan dari mas Iwan yang menurutku bagus untuk mengawali menjadi penulis, yakni jangan pernah membandingkan dengan buku atau penulis lain karena apabila kita sudah mengeluarkan usaha terbaik kita, kerja keras kita untuk sebuah tulisan, itulah hasil yang sepatutnya kita banggakan dan menjadikan kita lebih percaya diri. Selain itu, karena kesuksesan bukan juga di pikiran dan angan-angan, tapi merupakan langkah nyata yang kita rancang dan eksekusi.

 

Selanjutnya, pembicara kedua (Inti acara Workshop)

Untuk pengisi workshop sendiri adalah Arief Ash Shiddiq, yang merupakan seorang editor di plot point. Di awal acara, peserta workshop disuruh berdiri untuk peregangan tangan dan badan sambil berdiri agar sedikit relaks. Setelah itu kami disuruh membayangkan dua cerita dengan cara memejamkan mata.

Setelah masing-masing mempunyai cerita, maka dibuat kelompok untuk saling berdikusi mengenai cerita yang telah dibayangkan serta saling memberikan feedback, setelah itu masing-masing kelompok memilih cerita paling baik untuk diceritakan ke semua peserta, dan mas Arief akan memberikan komentar atas cerita-cerita tersebut.

Bang Arief berinteraksi dg peserta
Bang Arief berinteraksi dg peserta

Kesimpulan yang dapat diambil dari pemaparan mas Arief, bahwa cerita berarti merupakan suatu kejadian, memunculkan karakter serta mengubahnya, dengan maksud ada hal menarik di keseluruhan cerita apabila karakternya berubah. Di contohkan iklan bagus yang walaupun singkat, tapi mengandung banyak makna dan mampu bercerita, seperti ini :

 

For sale. Baby Shoes. Never worn

 

‘Kalimat iklan di atas sudah mengandung pula unsure 5W 1H (saya tidak akan ulas satu-satu mengenai kata-kata di atas hehe)’

 

Selain itu, sebuah cerita terutama cerpen haruslah mengandung unsur kontras, konflik serta krisis agar lebih menarik.

Di akhir acara, mas Arief memberikan arahan untuk membuat cerita dari realita yang ada di sekitar kita serta bagaimana menjalin cerita agar tampak utuh dan disukai pembaca.