Tahun berlalu, akhirnya baru berbagi foto kami saat jalan ke Ranu Kumbolo. Rencana nya sih cuman isi liburan, jalan-jalan sama beberapa teman kos saya di Vury-Jojoran Baru (Mbun, Temi, Bang Toyib). Bersamaan dengan itu saya dan istri (yg waktu itu masih calon hehe) berencana merit tahun depan, tapi konsep pre-wed belum ada dan memang gak masuk budget kami haha (dasarr!!). Setelah rapat terbatas, kami berdua sepakat untuk mengajak beberapa rekan Wanala yang bisa ‘operasiin’ kamera SLR ya tentunya butuh juga buat bawain logistik kami, maklum setelah lama gak olahraga, untuk bawa beban di punggung 20kg ke atas rada pikir-pikir.

Tibalah hari-H, kami berangkat menuju Tumpang menggunakan sepeda motor. Ya motor!! jangan heran, karena memang kami tidak punya budget khusus untuk pre-wed yang juga membutuhkan biaya jika dengan persiapan khusus dan menggunakan EO profesional. Setibanya di Tumpang, kami berganti truk haha, malah seru kan. Truk tersebut di isi kurang lebih 30 orang, kebetulan barengan sama pendaki lain. Dari Tumpang ke Ranu Pane membutuhkan waktu 3 jam karena ada perbaikan jalan di pertigaan jemplang, jadi untuk ke lokasi kami oper ojek motor.

Perijinan selesai di pos, kami pun mulai jalan. Jalur ke Kumbolo tidak terlalu berat, karena tanjakannya cukup ramah buat dengkul, tapi saran saya anda juga perlu menyiapkan tubuh agar lebih fit, karena perjalanan cukup jauh, kurang lebih 5-6 jam. Karena jalan sangat santai, saya dan istri malah 8 jam lebih hehe

Untuk sesi foto di lakukan keesokan harinya, sambil perjalanan kembali. Kami mengambil titik di sekitar danau. Dan bisa dibayangkan betapa kami berkostum kaos oblong dan tanpa make up, karena saya dan istri sepakat waktu itu gak pakai kostum khusus tapi pakai kaos yang dipakai jalan aja biar lebih natural🙂. Tapi kami cukup bisa bangga, karena jarang banget atau bahkan gak pernah ada acara pre-wed di Ranu Kumbolo ini he. Piss.

Dan inilah beberapa hasilnya :

Kalo ini pose narsis biasa, bukan masuk album pre-wed
3-1

5-2

7-2

8-2

9-2

10-2

11-2

kumbolo

Banyak terima kasih buat Rafi Ramadhan atas foto-fotonya, Shanti, Wicak, Mada, Mbun, Bang Toyib dan Temi yang telah menjadi teman perjalanan yang menyenangkan ini.