Search

dicky berbagi cerita

sejenak bersandar di guratan senja

Category

olahraga

Run Sensation ANTV (18 Mei 2014)

Berawal info dari member IndoRunner Surabaya, saya dan istri mengikuti acara hari minggu kemarin yang diadain Antv. Acara ini bertajuk Run Sensation, kenapa ? Karena waktu di tengah-tengah lari kita akan di siram air dan juga tepung warna. Selain itu ada pula tantangan lain berupa, jalan di atas pipa dan melewati ban bekas. Cukup seru dan menguras tenaga, karena jaraknya lumayan (4km).

Start dari depan kantor polrestabes, menuju selatan ke Tugu Pahlawan. Belok kanan memutari tugu, kemudian ke arah Indrapura. Ujung jalan belok kanan ke arah JMP dan kembali ke polrestabes, tempat acara berpusat. Saat finish peserta bisa numpang narsis di photo booth (gratis) yang disediakan panitia, ya antri sekitar 10-15 menit lah hehe

Keriuhan peserta
Keriuhan peserta
run sensation 18 Mei 2014 (15)
Duduk manis sambil dengerin undian 🙂

run sensation 18 Mei 2014 (10) run sensation 18 Mei 2014 (3)

 

Permainan lain yang bisa diikuti adalah menendang bola, jika mengenai sasaran (lobang) akan dapat kaos gratis. Untuk acara Run Sensation ini  undian yang ada mulai dari HP, LED TV, Kulkas sampai motor matic, lumayan kan?. Sayang kami berdua belum beruntung.

Antri nendang bola
Antri nendang bola
Antrian Photo Booth
Antrian Photo Booth
Advertisements

Asyiknya manjat di Wall Climbing Ubaya

preparation
megah
three point

 

 

Sebagai salah satu rangkaian dari pelaksanaan Dikjut Panjat Tebing 2010, latihan manjat di wall climbing yang berada di kampus-kampus Surabaya, menjadi pilihan yang menarik untuk memacu gairah memanjat bagi peserta Dikjut. Hal ini sangat penting, karena selain menjalin komunikasi dengan organisasi lain, latihan memanjat di luar juga memberikan pengaruh pada jam terbang serta kemampuan memanjat itu sendiri. Mental seorang pemanjat sangat diperlukan, bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan dalam pencapaian kepuasan maksimal dalam pemanjatan. Mental sangat penting, karena ada perumpamaan, jika kita mempunyai kepercayaan diri yang tinggi saat memanjat, maka seolah-olah ada “sayap” yang membantu kita saat kita merayap di tebing.

 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 12 April 2010, kebetulan aku juga menyusul ke lokasi saat itu, dan sudah ada Yasak, Lestari, Rafi, Yantok, Saras, Rivo, serta 4 orang anggota Mapaus yang menemani. Dari total ketinggian 19 meter, kita memasang anchor hingga ketinggian 15 meter, karena ini adalah pertama kali nya kita menggunakan wall Mapaus ini, jadi kita tidak perlu tergesa-gesa jika ingin mencapai ke puncak wall ini, karena memang jalur disini agak susah, selain membutuhkan power yang besar, teknik dan strategi juga mempengaruhi, karena beberapa jalur terdapat overhang, yang tentunya akan menguras banyak tenaga.

 

Rencanya, kegiatan seperti ini juga akan dilakukan di wall-wall lain, seperti milik Siklus ITS, Mahapala Stiesia, atau Mapalsa IAIN.

Semoga Wanala mampu menghasilkan cicak-cicak baru yang terus berprestasi di divisi Panjat tebing.

Sejenak menengok latihan dayung paddle captain Wanala

Harus kompak dayungnya
semangat!!

 

Sebagai salah satu agenda tahun ini dari program kerja Badan Pengurus Harian Wanala UA adalah kegiatan Pendidikan Lanjutan bagi anggota Wanala serta pengembangan divisi (Hutan Gunung, Panjat Tebing, Susur Goa, Arung Jeram serta KOnservasi), kali ini divisi Sungai, danau dan Samudera pun tidak mau melewatkannya, program tersebut pun langsung di wujudkan dengan pelaksanaan Paddle Captain, yang rencananya akan diadakan pada 12-18 Mei 2010 di Sungai Pekalen, Probolinggo.

UntukTraining Centre akan diadakan di Kali Kendal Payak-Malang.

Paddle captain sendiri mempunyai tujuan untuk menambah sumber daya manusia untuk skipper (kapten) perahu karet saat berarung jeram, selain itu sebagai persiapan eksplorasi maupun ekspedisi arung jeram yang akan dilakukan Wanala pada tahun-tahun mendatang. Dengan tujuan tersebut, diharapkan jam terbang serta hard skill penggiat divisi ini akan meningkat, sehingga mampu bersaing dalam pergulatan kegiatan arung jeram di Jawa Timur.

 

Selain menyiapkan beberapa persiapan admnistratif seperti perijinan, pencarian dana, publikasi dan lain-lain, tim yang digawangi oleh Miftahul/Tambul, Setianto/Sogrok, Adit/Pacul, dan Devita ini juga sedang melakukan serangkaan latihan pembinaan jasmani, salah satunya adalah berlatih dayung. Latihan yang satu ini dilakukan di Kalimas, tepatnya di sepanjang Monkasel hingga Taman Prestasi, dengan maksud untuk melatih kekompakan tim, teknik menjadi skipper, rescue, dan lain-lain. Latihan di Kalimas yang dilaksanakan pada Jumat, 2 April 2010 ini didampingi oleh Topan sebagai pelatih dan Siti sebagai peserta Dikjut. Latihan dilaksanakan selama kurang lebih 7 jam, dimulai pukul 10.00 sampai pukul 17.00, dengan istirahat selama 2 jam. Dengan semangat untuk menyukseskan kegiatan ini, mereka terlihat sungguh-sungguh saat latihan, sesi demi sesi diikuti dengan serius, tapi di sela-sela istirahat juga terlihat senyum dan senda gurau diantara meeka karena garing rasanya kalau latihan harus selalu serius,………hehe…..

 

Tidak hanya lelah saat latihan, mereka juga harus mengeluarkan banyak keringat pada saat membawa perahu dan perlengkapan dayung dari Kampus C ke Demaga Pangarmatim, maklum mereka hanya meggunakan sepeda motor, tak ada pick up yang bisa digunakan, tapi perjuangan itulah yang nantinya akan bisa dipetik pada saat mereka sudah bekerja, banyak pengalaman dan pengorbanan yang dikeluarkan untuk disalurkan kegiatan yang positif.

 

Sukses Paddle Captain 2010 !!!

Sirkuit Panjat tahap 1 tahun 2010 “ Proses perekrutan atlit panjat dinding area Surabaya oleh FPTI ”

Jalur Lead
Cicak nya beraksi

 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 April 2010, dari jam 09.00-17.00. Lomba yang bertajuk memanjat dinding ini diadakan di Universitas Bhayangkara (Ubhara) atas kerjasama FPTI Surabaya dengan Mapara, yang merupakan UKM Pecinta Alam di Ubhara.

 

 

Yasak mengikuti lomba ini sebagai perwakilan dari Wanala. Dengan persiapan yang amat sangat kurang, karena tidak ada waktu untuk persiapan latihan memanjat maupun pembinaan jasmani, mestinya harus ada waktu tersendiri untuk berlatih serta mempelajari materi dengan menu utama dasar-dasar dan teknik memanjat di perlombaan memanjat dinding.

 

Selain yasak, juga ada Lestari disini, dia bertugas sebagai juri lomba. Hal ini menjadikan kebanggan tersendiri bagi organisasi, karena mempunyai anggota yang mempunyai kemampuan dalam penjurian suatu lomba.

 

Selain aku yang mampir ke lokasi untuk sekedar melihat, sayang waktu aku datang, Yasak baru saja memanjat, jadi tidak bisa melihat bagaimana dia merayap di papan panjat. Juga ada Vandra, selaku Ketua Bidang III Wanala yang memang sudah menjadi tugasnya untuk semaksimal mungkin untuk melakukan pendampingan pada anggota, terutama dalam pencapaian prestasi organisasi, yang berhubungan dengan kegiatan divisi, baik Hutan gunung, panjat tebing, Penelusuran Goa, Konservasi maupun Arung jeram.

 

Dari pengumuman peringkat di lomba ini, Yasak menjadi orang yang spesial tentunya, dengan pengalaman lomba yang tidak terlalu banyak serta persiapan yang bisa dikatakan tidak ada, mendapatkan nilai 19+ merupakan prestasi tersendiri, karena total nilai 25 point, banyak dicapai oleh para peserta yang kebanyakan memang mempunyai latar belakang sebagai atlit yang sudah pernah terdaftar. Yasak hanya kurang 1 runner untuk menyentuh point paling akhir, untuk mendapatkan nilai sempurna.

 

Wanala memang jarang mengikutkan anggotanya saat ada perlombaan panjat dinding, dikarenakan banyak faktor, salah satunya adalah pembinaan yang kurang. Dengan fokusnya terhadap kegiatan kepetualanagn di alam bebas, arah kegiatan organisasi pun diarahkan untuk pencapaian prestasi di bidang non perlombaan, hal ini bisa dilihat dari program kerja yang di keluarkan setiap tahunnya oleh Badan Pengurus Harian Wanala, tidak terlihat sekalipun mengenai pembinaan atlit panjat secara dini untuk bisa berprestasi di perlombaan-perlombaan yang kerap diadakan di tingkat lokal maupun nasional. Tapi, pembentukan seorang atlit memang membutuhkan sumber daya manusia yang memang harus disiapakan secara matang, dari segi perencanaan maupun nantinya dalam pengawasan, beberapa organisasi di luar, cenderung mengadakan pembinaan ke para pelajar SMP hingga SMA, bahkan sejak masih bersekolah di tingkat dasar (usia SD), mereka direkrut untuk dilatih, sehingga pada saat ada perlombaan, bisa dikirim sebagai delegasi organisasi yang bersangkutan, hal ini kita bisa belajar dari PATAGA Untag, Mupalas Unmuh, maupun Kawaru UWK.

 

Tapi, kita harus berbangga dengan model pengembangan organisasi kita sendiri, yang memang mencetak banyak prestasi dari beberapa bidang yang memang bukan di bidang perlombaan, divisi-divisi di Wanala setiap tahunnya aktif dalam pengembangan kegiatan di bidang eksplorasi alam, konservasi, operasi SAR, maupun pengabdian kepada masyarakat, tentunya hal ini telah banyak memberikan tambahan soft skill bagi para anggotanya.

penyambutan Wanala Old Biker (Jakarta-Surabaya)

siap beraksi
dari Cito, rombongan menuju ke Grahadi

Suara berisik di ruang dies sekretariat Wanala membuat beberapa orang terbangun, termasuk aku. Saat itu, jam menunjukkan pukul 04.20, aku pun segera bangun, menuju ke kos untuk mandi dan ganti pakaian.

Kembali ke kampus,…

Teman-teman panitia sudah siap-siap untuk turun ke bawah dan mengemasi barang-barang ke dalam pick up, kita dibagi menjadi dua tim, satu ke bunderan Waru, sedangkan yang satunya ke Taman Apsari langsung. Tim yang ke bunderan Waru terdiri dari satu unit mobil pick up (Sogrok, Tambul, Udin serta dua teman dari Jogja yaitu Ade dan Bang Gatot) ditambah tiga sepeda motor (Aku sendiri, Abid, Pacul, Rafi, Vandra dan Fian),. Untuk tim yang di taman Apsari ada Awang, Danti, Debby, Asyeb, RIvo, Azhar, Antok, Siti serta ditambah Topan, Ita, Tatang, Bagus dan masih banyak lagi lah pokoknya… yang berangkat dari rumah masing-masing.

Kita menunggu di CitO Waru, di lokasi sudah ada 10 orang dari Bike To Work serta 20 orang dari komunitas Senopasti (sepeda kuno patriot sejati), sedangkan dari anggota sudah ada Mas Zaki dan keluarga, mas Sugi, mas Kiki, mas Gogor dan keluarga, serta mas paulus, kebetulan agak ramai d sini karena ada senam pagi yang rata-rata di ikuti kaum hawa. Kita menunggu sekitar 1 jam, ternyata Cak Mbur sudah melewati Waru, sekarang berada di dekat Royal Plaza, akhirnya beliau dikontak agar kembali ke bunderan Waru. Mas Dwi tiba bersamaan dengan kembalinya Cak Mbur, kami semua sangat bahagia sekaligus bangga melihat keberhasilan ini, sebuh prestasi anggota Wanala yang membanggakan, bagaimana tidak?! ,di usia yang tergolong tidak muda ini, mereka mampu menunjukkan konsistensinya untuk menggenjot sepeda kayuhnya dari Jakarta hingga Surabaya, Mas Dwi sendiri berumur 47 tahun, sedangkan cak MBur 53 tahun.

Dengan pengawalan seorang polisi yang menggunakan sepeda motor, kami start dari Cito jam 07.00, kurang lebih 90 orang yang mengiringi perjalanan bunderan Waru-Taman Apsari, mereka berasal dari bebagai komunitas sepeda di Surabya, seperti Bike To Work, Dalas, Gaselas, Senopati, Golstrap. Perjalanan ini sangat ramai dan memang sempat memacetkan suasana lalau lintas di Jalan Ahmad Yani saat itu, yah bagaimana lagi, memang peserta sangat ramai dan iring-iringan ini cukup panjang.

Perjalanan sempat kacau saat tiba di Kebun Binatang Surabaya, rombongan paling depan masuk ke Jl. Darmo, padahal si polisi yang mengiringi sudah mengarahkan ke Jl. Diponegoro, karena memang di Darmo ada Car Fee Day, tapi hal ini hanya berlangsung sebentar, karena 2 menit kemudian suasana disini menjadi tertib kembali.

Wah, saat-saat yang membahagiakan akan segera tiba, rombongan terlihat ketika kami semua panitia dan kelompok sepeda Sedjoli sudah menunggu di Taman Apsari dengan pita penyambutan. Kebahagaiaan terpancar dari wajah para Old Biker tersebut saat menyentuh pita sambutan, karangan bunga pun disematkan oleh dosen Pembina serta ketua Umum Wanala. Setelah berfoto bersama, kami mengambil snack dan minum yang telah disediakan, terik matahari sudah agak menyengat saat senam sehat akan dimulai, instruktur senam yang didatangkan dari Unesa pun berusaha menyemangati para peserta/undangan yang datang untuk senam setelah capek bersepeda (malah lebih capek dunk….), tidak ketinggalan juga adalah para panitia untuk ikut senam ini.

Door prize dibacakan setelah senam, cukup meriah karena mereka sangat antusias dengan hadiah yang disediakan. Setelah undian selesai, kami pun sarapan nasi kuning yang sudah disiapkan panitia di dalam kardus. Akhirnya lapar pun sirna…hehe..

Makan selesai, kami akhirnya menceburkan Vandra, Siti, Tambul serta Bagus ke dalam kolam pancuran yang berada di bawah patung Gubernur Suryo, ramai sekali karena akhirnya mereka basah kuyub, tapi untungnya masih banyak kaos tersisa yang bisa digunakan sebagai pakaian ganti.

Waktu pun menunjukkan pukul 10.00, maka kami pun packing barang-barang bawaan untuk segera kembali ke kampus, untuk evaluasi serta istirahat siang. Acara yang cukup menarik, semoga bisa lebih meriah lagi ke depannya.

Blog at WordPress.com.

Up ↑