Search

dicky berbagi cerita

sejenak bersandar di guratan senja

Category

seni budaya

Bisa dibilang, kali ini adalah reuni dengan ‘mantan’, karena 2 tahun lalu, waktu  soundrenaline diadain di kenjeran saya jalan pertama kalinya dengan mantan saya, yang sekarang Alhamdulillah jadi istri saya 🙂

Kali ini, saya melihat lagi karena kebetulan diadakan di Surabaya, tepatnya di halaman parkir depan lenmarc mall. Bintang tamu pengisi acara juga oke, karena rata-rata beraliran rock tentunya. Seperti Slank, Dewa 19 (Ari Lasso), Gigi, Pas, Rif, Netral, Andra & The Backbone, dan masih banyak lagi.

Event musik ini tergolong skala besar di Indonesia, karena banyaknya penampilan band dan durasi acara yang lama (12.00-24.00) serta penonton yang hadir cukup banyak (tiket murah pula, 25rb he). Dengan serba wah dari segi sound sytem, lighting dan panggung serta banyaknya artis tentunya dengan tiket yang murah, penyelenggara bukan berniat cari untung pastinya hehe

Saya dan istri datang ke lokasi sekitar jam setengah 7 malem, dan beruntunglah kami masih bisa lihat Andra & The Backbone yang kami kira sudah tampil 🙂

Susana event dg latar The Adhiwangsa Apartment

Susana event dg latar The Adhiwangsa Apartment

Photo1916

 

Setelah Andra selesai tampil, kami pindah ke panggung satunya untuk lihat Netral main, dilanjutkan Pas Band. Sementara panggung satunya Rif sedang menghibur penonton.

Kita juga melihat penonton di belakang ya leyeh-leyeh bahkan tidur, karena mereka kecapeka  dari siang sudah datang ke lokasi. Ya tentu slankers sangat mendominasi di event ini, dengan penggemar yang loyal, mereka berduyun-duyun dari segala penjuru kota untuk melihat band kesayangan di penghujung acara.

Penampilan Andra & The Backbone
Penampilan Andra & The Backbone

soundrenaline (8)

Dewa 19 beraksi
Dewa 19 beraksi
WC umum (bisnis kreatif niih)
WC umum (bisnis kreatif niih)
Kalau laper, bisa makan siomay disini :)
Kalau laper, bisa makan siomay disini 🙂

 

Folk Music Festival @Sutos

Yup, setelah lama gak liat acara konser musik yang bertemakan folk, tanggal 15 Maret 2014 di Sutos diadakan acara yang berlabel Folk Music Festival yang di isi bintang tamu seperti : Angsa dan Serigala dan Float.

 

Tidak hanya itu, Soledad and The Sisters Co juga akan menghadirkan Brigitte, yang merupakan duo folk asal Prancis. Sebagai pelengkap acara, diadakan juga folk art exhibition, yang berisi pernak pernik beraliran folk, seperti t-shirt dan juga ada kaset-kaset lama yang beraliran musik sejenis.

 

folk fest (sutos 150314) (2) folk fest (sutos 150314) (5) folk fest (sutos 150314) (1)

Nonton konser musik di Surabaya

Musik, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharianku. Pas jaman SMA emang gandrung sama yang berlabel rock, tapi sekarang lebih universal karena tidak ada genre khusus yang paling difavoritkan, cuman dalam 2 tahun terakhir lg suka dengerin musik bertema folk sama jazz kontemporer.

Aku lupa nonton konser apa saja tahun ini, yaa sekedar sharing foto-foto selama akhir 2013 ini aku liat GBS, Arthur’s day, dll.

ini di kenpark, yg adain Bintang (bir)
ini di kenpark, yg adain Bintang (bir)

 

 

GBS di lapangan basra
GBS di lapangan basra
naive new beaters @IFI (1)
Nive new beaters di IFI
Steelheart di GC
Steelheart di GC
Firehouse di GC
Firehouse di GC
Tribute to the corrs di Spazio
Tribute to the corrs di Spazio

Karpatt @Pakuwon Ballroom

Karpatt beraksi

 

 

 

Band Pembuka

 

Musik asyik di bulan Mei ’12

 

Succes @ Sheraton Ballroom

 

White Shoes & The Couples Company

 

@ Supermall Pakuwon Indah

 

 

oleh-oleh dari CCCL (closing, bazar buku) 27/03/12

Sambutan sebelum acara dimulai

 

simbol CCCL yg satu ini emang aneh hehe

 

 

 

 

 

yg terpajang di atas adalah barang2 yg pernah dipamerkan di acara yg diadakan   CCCL

 

Konser Uwe Kaa featuring Ras Muhamad (IFI 31/01/12)

 

 

Mari bergoyang 🙂

 

Violin Concert @ IFI (02/02/12)

Gimana ya cara mainin itu harpa ? hehe

 

Teras depan IFI (ex. CCCL)

 

Suasana saat konser

 

 

Cantik 🙂

 

sharing tentang travelling di c2o

 

 

Di penghujung bulan. Jumat, 30 September 2011.

 

Jam kerja pun selesai, saat itu menunjukkan jam setengah 6 sore.

Setelah sholat, aku turun ke tempat parkir mengambil motor.

 

Aku pun melanjutkan perjalanan menuju c2o, kebetulan hari ini ada acara nya fresh Surabaya (freedom of sharing Surabaya)yang membahas tentang travelling. Untungnya aku sampai di tempat, acara belum dimulai. Setelah registrasi, aku pun mengambil tempat pas di tengah (lesehan, beralas tikar) = sederhana dan asyik. Oh ya, fresh Surabaya adalah suatu komunitas yang mempunyai ketertarikan aktivitas di industri kreatif, mereka sering mengadakan diskusi bulanan dengan tema yang berbeda-beda (baru tahu, setelah dijelaskan mc nya..hehe).

Obrolan ini, atau lebih tepatnya sharing pengalaman ini ternyata banyak yang hadir, aku lihat sekitar 50 orang lebih yang datang (wah rupanya yg doyan travelling juga gak dikit di Sby :).

 

Sebagai pembuka ada Mas Andy Kristiono,yang merupakan dosen arsitektur UC, kebetulan dia seorang traveller, yang kebanyakan tujuan jalan-jalannya ke negara2 di Asia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam atau Cina. Beliau banyak memberikan tips mengenai bagaimana cara mendapatkan tiket pesawat murah, akomodasi serta tempat makan yang murah di tempat-tempat yang pernah dikunjungi tersebut (lengkapnya liat di liburanmurah.info)

 

Untuk pesawat, paling murah biasa gunakan Air Asia, dan musti mau begadang mulai dini hari sampe jam 4 subuh untuk dapat tiketnya (karena waktu booking, gak langsung dapat dalam beberapa menit…wuihhh). Dari cerita mas Andy juga, biaya untuk ke negara-negara tersebut umumnya kita musti merogoh kocek sebesar 1-2 juta, itupun menginap di hotel paling murah dan makan di kaki lima.

 

Narasumber kedua dari komunitas Jejak Petjinan (Sby), yang dikomandani Paulina Mayasari. Mbak yang satu ini kalo bercerita juga lucu, mungkin karena gugup :)…hehe. Komunitas ini fokus pada travelling dg tema budaya, khususnya menelusuri jejak-jejak Tionghoa di Surabaya dan juga Indonesia, baik yang masih ada ataupun sudah terkubur seiring perubahan jaman. Dari mbak Maya ini pula aku baru tahu, kalau ternyata di pesisir utara Sumenep banyak ditinggalkan bukti-bukti peninggalan orang tionghoa, hal ini dibuktikan dengan adanya klenteng, keberadaan cemara udang (khas Cina) dan makam raja Sumenep yang identik dengan ukiran dan simbol-simbol Cina. Dan juga, ternyata di tempat tersebut menjadi tempat para pendatang dari Cina yang merantau dan berdagang, dan kebanyakan menikah dengan wanita setempat (dulunya).

 

 

Kemudian, narasumber terakhir adalah Ayos Purwoaji, yang merupakan petualang ACI (Aku Cinta Indonesia) dan anggota hifatlobrain.net. Mas yang berkacamata satu ini, bercerita tentang bagaimana tips mendokumentasikan perjalanan kita, baik melalui tulisan, foto maupun video. Dari sini bisa ditangkap, dalam jangka panjang, kebutuhan akan internet akan meningkat terus. Jadi jika kita bisa mendokumentasikan cerita perjalanan kita, maka dapat dijadikan bahan-bahan yang bermanfaat yang bisa kita sharingkan dengan orang lain. Tentunya, untuk kita pribadi bisa dijadikan memory album yang bisa kita nikmati saat tua.

 

 

Dari cerita2 tersebut, memang masuk akal kita travelling ke negara2 tetangga, karena pada kenyataannya lebih murah dibandingkan kita ingin berkeliling ke Indonesia (coba tengok berapa biaya ke Raja Ampat, minimal 3 juta tho?!). Tapi, bagaimana pun saya juga punya banyak PR untuk menikmati alam dan budaya negeri sendiri, eh iya, jangan lupa dengan Sby, karena banyak tempat di Surabaya yang belum kita pahami sejarahnya…betull???

 

Jadi, ketika kita sudah banyak tahu tentang Sby dan tempat2 bersejarahnya, suatu saat jika ada rekan kita yang butuh guiding jalan2 di Sby, kita pun siap..he 🙂

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑